Tambahkan atau keluarkan PPN
Dua hitungan yang selalu diulang orang saat terburu-buru: menambahkan pajak ke harga sebelum PPN, dan mengeluarkan pajak dari harga yang sudah termasuk PPN. Yang kedua bukan “dikurangi 11%”, dan di perbedaan itulah faktur dan klaim biaya biasanya meleset.
- Berjalan sepenuhnya di peramban Anda
- Berfungsi tanpa koneksi
- Tanpa unggah
- Tanpa pendaftaran
- Tanpa watermark
Memuat alat…
Cara kerjanya
- Masukkan jumlahnya dan tentukan statusnya: belum termasuk pajak (untuk menambahkannya) atau sudah termasuk pajak (untuk mengeluarkannya).
- Pilih tarif preset atau ketik tarif Anda sendiri — untuk PPN 11%, ketik 11. Atur pembulatannya kalau harus cocok dengan sebuah dokumen.
- Baca harga sebelum pajak, pajaknya, dan totalnya — semuanya dihitung ulang saat Anda mengetik.
Kenapa tidak ada yang diunggah
Semua yang dikerjakan halaman ini dijalankan oleh kode di dalam tab peramban Anda, memakai mesin yang sama dengan yang menampilkan halaman web. File dibaca dari disk ke memori tab Anda, diolah di sana, lalu ditulis kembali sebagai unduhan. File itu tidak pernah dikirim ke mana pun — tidak ke kami, tidak ke pihak ketiga.
Buktikan sendiri
- Buka alat pengembang peramban Anda (F12) lalu pilih tab “Network” (Jaringan).
- Muat file Anda dan jalankan alatnya.
- Permintaan yang akan Anda lihat hanya mengambil kode alat itu sendiri — dan, pada beberapa alat berat, mesin sumber terbukanya dari CDN publik — ditambah satu ping kunjungan halaman yang kecil ke loreatec.jp (alamat dan judul halaman, tidak lebih). Tidak satu pun membawa file Anda.
Pertanyaan yang sering diajukan
Mengeluarkan PPN 11% dari total tidak sama dengan mengurangi 11%. Kenapa?
Karena pajaknya dikenakan atas harga sebelum pajak, bukan atas totalnya. Total Rp111.000 dengan tarif 11% berisi PPN Rp11.000 (111.000 ÷ 1,11 = Rp100.000 harga sebelum pajak). Mengurangi 11% dari totalnya akan memotong Rp12.210 dan menyisakan angka yang salah: Rp98.790. Selisihnya membesar seiring tarifnya, dan diam-diam menumpuk di sepanjang sebuah lembar kerja.
Pembulatan mana yang harus saya pakai?
Yang dipakai dokumen yang harus Anda samai. Faktur pajak Indonesia lazim membulatkan PPN ke bawah ke rupiah penuh; faktur kualifikasi Jepang membulatkan pajaknya sekali per tarif, paling sering ke bawah juga; banyak penjual Eropa membulatkan setengah ke atas per baris atau per faktur. Alat ini membulatkan pajaknya sesuai pilihan Anda dan menurunkan angka sisanya dari situ, sehingga harga sebelum pajak ditambah pajak selalu persis sama dengan totalnya.
Tarif PPN Indonesia 11% tidak ada di tombol preset. Bagaimana?
Ketik saja 11 di kolom tarif: tombolnya memang berisi 10, 8, 21, 20, 19, dan 5, tetapi kolomnya menerima nilai apa pun — termasuk 12% untuk barang mewah tertentu, 0% untuk ekspor, atau tarif apa pun di faktur luar negeri. Kalau satu dokumen memakai lebih dari satu tarif, hitung sekali per tarif: Anda langsung mendapatkan dasar dan pajak yang terpisah untuk masing-masing.
Apakah ada yang diunggah?
Tidak. Ini aritmetika di dalam tab ini, dan halamannya tetap bekerja dengan internet dimatikan. Ketik angka berapa pun — tidak ada yang melihatnya.